Selasa, 23 Agustus 2016




RENUNGAN PENANTIAN


      Dalam renungan penantian ku 
    Dalam kesendirian menantikan mu
    Saat penyendirian ku tak tau siapa dan dimana engkau
    Kutemukan rasa yang mengganjal

    Anugrah rasa dari ALLAH
    Untuk penyempurna setengah agama
    Dan bidadari surga ku kelak

Sabtu, 22 November 2014

Manfaat buah pepaya

11 Manfaat Pepaya Bagi Kesehatan dan Obat Penyakit

Manfaat Pepaya. Pepaya menyandang nama ilmiah Carica papaya, jenis tumbuhan jenis genus yang tumbuh dengan subur pada daerah beriklim tropis. Diperkirakan berasal dari Meksiko bagian selatan dan Amerika Serikat bagian utara, penyebaran sudah mencakup seluruh dunia.
manfaat pepaya
© Ilustrasi Sunpride
Buah pepaya bisa dikonsumsi untuk mengganjal perut ataupun pengobatan karena memiliki banyak kandungan yang baik untuk memproteksi tubuh dari berbagai macam penyakit. Daging yang lembut banyak membantu orang melancarkan BAB nya yang sebelumnya macet, karena buah ini memang mudah dicerna.

Kandungan Pepaya

Orang yang rajin makan buah-buahan seperti pepaya banyak membuat hidupnya terasa jauh lebih sehat. Hal ini disebabkan oleh kandungan nutrisi pada buah pepaya. 
Berikut ini nutrisi yang dapat Anda temukan pada sebongkah buah pepaya ukuran apapun.
  • Vitamin A (Retinol)
  • Vitamin B komplek
  • Vitamin C
  • Niacin
  • Kalsium
  • Riboflavin
  • Kalori
  • Zat Besi
  • Fosfor
  • Kalium
  • Karbohidrat
  • Lemak, dan
  • Protein

Manfaat Pepaya

Hampir 50% vitamin tersimpan dalam buah pepaya, jadi mustahil betul jika pepaya tidak berperan penting dalam mengontrol kondisi kesehatan seseorang. Untuk mengetahuinya, Anda bisa mengenal manfaat pepaya bagi kesehatan dan obat tradisional dari penjelasan berikut.
1. Kesehatan Kulit
Pepaya mempunyai peran aktif dibidang kecantikan maupun kesehatan, salah satunya untuk permukaan kulit dalam hal melembabkan ataupun mencerahkan serta menyegarkan kulit yang kusam. Hal ini disebabkan oleh kandungan vitamin A, C dan E dalam buah pepaya.
2. Membesarkan Alat Vital Pria
Kandungan enzim arginine yang disimpan dalam buah pepaya berkemampuan dalam hal mendongkrak aliran darah pada areal Mr. P. Argarine mendongkrak produksi asam nitrat dalam tubuh untuk merileksasikan otot-otot di sekitar pembuluh darah, alhasil Mr. P akan membesar dalam waktu yang signifikan seiring banyaknya enzim arginine yang masuk ke dalam tubuh.
3. Mengoptimalkan Fungsi Pencernaan
Tadi sudah dijelaskan bahwa pepaya bisa melancarkan sembelit, hal ini karena kandungan serat yang tinggi pada buah pepaya mampu diserap dengan sempurna oleh sistem pencernaan tubuh. Sementara kandungan antioksidannya mampu membersihkan sisa makanan pada usus dan membuangnya melalui saluran pembuangan.
4. Meminilasir Risiko Mata Rusak
Jika Anda orang yang terus bertatapan dengan layar kaca tiap harinya, penuhi kebutuhan vitamin A agar mata tetap sehat dan segar. Caranya yaitu rutin konsumsi daging pepaya pada jam-jam tertentu, misalnya sehabis makan atau waktu istirahat. Dengan demikian risiko mata mengalami kerusakan semakin kecil.
5. Menangkal Radikal Bebas
Jika tubuh mengalami radikal bebas kulit akan menanggung beragam masalah seperti keriput. Untuk itu jika Anda tidak ingin terlihat tua di usia muda, rajin-rajin makan buah pepaya karena kandungan antioksidannya mampu menangkal radikal bebas.
6. Obat Bekas Gigitan Ular Berbisa
Perlu penanganan sesegera mungkin jika Anda terkena gigitan ular berbisa. Siapkan 5 ruas jari akar pepaya, bersihkan dengan air, halus dengan ditumbuk, balurkan obat ini pada kulit yang tergigit. Setelah itu dibalut menggunakan kain lap, ganti 2 kali sehari
7. Obat Kulit Melepuh
Bisa karena terbakar atau terkena knalpot yang panas, segera obati dengan ramuan ini. Ambil kulit buah pepaya, peras dan tampung getahnya. Oleskan pada kulit yang melepuh secara merata, diamkan seharian. Apabila kulit yang melepuh terlalu lebar, gunakan daging buah pepaya yang ditumbuk untuk mengobatinya.
8. Obat Demam atau Malaria
Ambil selembar daun lelaya, tumbuk hingga memenuhi 1/2 gelas. Tuangkan air sebanyak 3/4 gelas, dan masukkan garam. Peras daun pepaya, saring airnya lalu minum 3 kali sehari. Pengobatan ini bisa Anda lakukan minimal 5 hari berturut-turut dalam seminggu.
9. Obat Untuk Menambah Nafsu Makan
Anda atau si kecil sedang tidak nafsu makan? Coba minum obat untuk merangsang nafsu makan ini. Caranya dengan memetik selembar daun pepaya, cuci dan lumatkan dengan tangan. Tambahkan garam dan air sedikit demi sedikit sebanyak 1/4 gelas, peras daun. Airnya diminum sampai habis.
10. Obat Flu
Petik 2 lembar daun pepaya muda, lumatkan, tuangkan air, setelahnya diperas. Tambahkan garam dan minum air perasan daun pepaya ini sehari 2 kali untuk dosis anak-anak, dan 4 kali sehari untuk dosis orang dewasa.
11. Obat Sakit Gigi
Cukup dengan meneteskan getah daun pepaya muda pada gigi yang sakit menggunakan kapas. Lakukan hingga semua bakteri terbunuh dan rasa sakit gigi mereda.
Demikian penjelasan singkat mengenai manfaat pepaya untuk kesehatan dan pengobatan tradisional. Perlu Anda ingat bahwa materi yang tertulis disini hanya informasi tambahan, tidak dimaksudkan menjadi acuan utama, penanganan medis ataupun pengganti saran ahli dan medis.

Puisi "Engkau"


ENGKAU

Engkau ……..
Siapapun engkau …………
Aku berterima kasih ……..
Dengan mu aku menjadi seperti ini ………….
Engkau membangkit kan ku dari keterpurukan ……
Engkau menerangi ku di saat aku dalam kegelapan …….
Engkau mengajari ku arti kesabaran ……
Engkau mengajari ku tersenyum di saat hati ini tak ingin tersenyum …..
Engkau mengajari ku menghapus setiap tetesan air mata yang terlinang ……
Engkau membuat ku semangat untuk menjalani lika liku kehidupan …..
Engakau membuat ku tersenyum untuk menghadapi setiap badai yang menghadang ......
Engkau motivasi ku ….
Engkau inspirasi ku …………

Kamis, 13 November 2014

Bermuda dikenal dengan wilayah laut angker. Kejadian-kejadian misterius sering terjadi pada daerah yang dikenal dengan sebutan Segitiga Bermuda


Selama ini, Bermuda dikenal dengan wilayah laut angker. Kejadian-kejadian misterius sering terjadi pada daerah yang dikenal dengan sebutan Segitiga Bermuda. Kisah-kisah hilangnya kapal yang tidak bisa dijelaskan dengan akal merebak dari sini.
Memang banyak kapal yang tenggelam di kawasan Segituga Bermuda itu. Sehingga tak mengherankan lagi jika di dasar laut Bermuda menjadi rumah terbesar di dunia bagi bangkai-bangkai kapal. Dengan lebih dari 300 bangkai kapal yang teridentifikasi, tempat itu menjadi semacam kapsul waktu yang bisa membawa kita ke era ratusan tahun silam.
Banyaknya kapal yang tenggelam di perairan yang terletak di Samudera Atlantik ini bisa dijelaskan secara logis. Arus teluk yang terjadi di wilayah ini telah menyeret kapal-kapal yang lewat ke daerah berkarang, yang dangkal. Sehingga, banyak kapal karam di sini setelah menabrak karang-karang itu.
Menguak Keangkeran Dasar Laut Segitiga Bermuda
Kondisi di dalam bangkai kapal di bawah Bermuda
Di tengah berbagai mitos mistis itu, kawasan Bermuda ternyata menjadi tujuan menarik bagi para wisatawan yang gemar menyelam. Para pelancong bisa menyelam dan berenang di sela-sela lambung kapal karam yang sebagian masih utuh. Inilah `museum alami di bawah laut` tang sangat indah.
Salah satu lokasi penyelaman yang terkenal di kawasan ini adalah lokasi karamnya Colon Cristobal, yang menjadi bangkai kapal terbesar di Bermuda. Bangkai itu merupakan sisa-sisa kapal mewah Spanyol. Panjang kapal itu 152 meter yang dibuat pada 1923. Kapal ini menjadi yang tercepat di eranya.
Menguak Keangkeran Dasar Laut Segitiga Bermuda
Jangkar kapal yang tenggelam di Bermuda
Kapal mewah itu kandas pada 1936 setelah menerjang karang saat melakukan pelayaran antara New York dan Amerika Tengah. . Saat ini, bangkai kapal itu tidur 16 meter di bawah permukaan laut dengan puing-puing yang berserak di wilayah dasar laut seluas sembilan ribu meter persegi.
Ada pula kapal frigate Prancis dengan 60 meriam. L'Herminie nama kapal perang itu. Tenggelam pada tahun 1863. Tenggelamnya kapal ini menjadi peristiwa paling dramatis di Bermuda. Sebab, dengan tiga kapal kayu kecil, para awaknya kembali ke Prancis. Bangkai kapal perang itu saat ini terbaring sepuluh meter di bawah permukaan air.
Menguak Keangkeran Dasar Laut Segitiga Bermuda
Salah satu kapal di dasar Bermuda
Dan salah satu bangkai kapal paling bersejarah adalah Mary Celestia. Kapal uang yang `memiliki roda` pada bagian lambungnya. Kapal itu tenggelam ketika disewa dalam perang sipil Amerika. Kala itu, kapal ini digunakan untuk menyelundupkan senjata, amunisi, dan suplai makanan untuk tentara kelompok selatan. Kapal ini digunakan untuk mengatasi blokade di darat.
Kapal sepanjang 68 meter tersebut tenggelam pada 1838, setelah menghantam karang di dekat pantai selatan. Para penyelam bisa menemukan kapal unik bersejarah ini pada kedalaman 16 meter di bawah permukaan air. Para penyelam bisa melihat roda kapal, mesin uap, serta jangkar yang masih tersisa.
Ratusan bangkai kapal memang tetap utuh, meskipun cuaca buruk kerap terjadi di kawasan Bermuda. Benda-benda bersejarah itu bisa tetap utuh hingga kini karena pelestarian laut yang ketat dan saat ini banyak penggemar diving yang melancong ke sini. Menemukan keindahan `museum` bawah laut di tengah kesan angkernya! 

Dinasti Kuru , struktur keluarga mahabarata


Asal mula Dinasti Kuru[sunting sumber]

Sambarana menikahi Tapati (yang tinggal di tepi sungai Tapati), puteri Surya (raja dari Dinasti Surya) dengan pertolonganWasista, pendeta para raja Dinasti Surya. Sambarana berputera Sang Kuru. Raja Kuru tersebut memiliki sifat kebaikan yang sangat tinggi, maka dari itu ia dilantik untuk mewarisi tahta kerajaan oleh rakyatnya. Namanya membuat dataran Kurujanggala (sebelah timur Haryana) menjadi masyur di seluruh dunia. Ia melakukan tapa di sebuah tempat bernamaKurukshetra dan semenjak itu tempat tersebut suci dan keramat.
Wahini, istri Sang Kuru, melahirkan lima putera, yaitu Awikesit, Bhawisyanta, Citrarata, Muni dan Janamejaya-1. Awikesit berputera Parikesit-1, Sawalaswa, Adiraja (lihat: Kerajaan Karusha), Wiraja, Salmali, Uccaihsrawa, Bhanggakara dan Jitari yang kedelapan. Parikesit-1 memiliki putera-putera yang bernama Kaksasena, Ugrasena, Citrasena, Indrasena, Susena dan Bimasena. Putera dari Janamejaya-2 adalah Dretarastra-1 yang tertua, Pandu-1, Balhika-1, Nishadha , Jambunada, Kundodara, Padati, dan Wasati yang kedelapan.

Kelahiran Santanu, Raja Kuru[sunting sumber]

Sosok Santanu danSatyawati, dalam lukisan Indiakarya Raja Ravi Varma. Santanu dan Satyawati merupakan leluhur para Pandawa danKorawa, tokoh utama dalamMahabharata.
Di antara keturunan Janamejaya-2, Drestarastra-1 yang menjadi raja. Dretarastra-1 memiliki delapan putera, yaitu Kundika, Hasti, Witarka, Krata, Hawihsrawas, Indraba, dan Bumanyu. Dretarastra-1 memiliki cucu-cucu, dan hanya tiga orang yang terkenal. Mereka adalah Pratipa, Dharmanetra, Sunetra. Di antara mereka bertiga, Pratipa menjadi seorang yang tak tersaingi di muka bumi. Pratipa memiliki tiga putera, yaitu DewapiSantanu danBahlika-2. Putera sulung yang bernama Dewapi meninggalkan kerajaannya demi bertapa, sedangkan Bahlika meninggalkan kerajaannya karena berambisi menaklukkan suku Aryadi wilayah Afganistan. Oleh karena keadaan tersebut, tahta diwariskan kepada Santanu.

Garis keturunan Daksa[sunting sumber]

Garis keturunan
Daksha
▪ Daksa
▪ Aditi
▪ Wiwaswat (Surya)
▪ Waiwaswata Manu
▪ Ila
▪ Pururawa
▪ Ayu
▪ Nahusa
▪ Yayati
▪ Puru
Dinasti Puru
▪ Janamejaya I
▪ Pracinwan
▪ Sanyati
▪ Ahayanti
▪ Sarwaboma
▪ Jayatsena
▪ Awacina
▪ Arihan I
▪ Mahaboma
▪ Ayutanayi
▪ Akrodana
▪ Dewatiti
▪ Arihan II
▪ Reksa
▪ Matinara
▪ Tansu
▪ Ilina
▪ Duswanta
▪ Bharata
Dinasti Bharata
▪ Bumanyu
▪ Suhotra
▪ Hasti
▪ Wikuntana
▪ Ajamida
▪ Sambarana
▪ Kuru
Dinasti Kuru
▪ Widurata
▪ Anaswan
▪ Parikesit I
▪ Bimasena
▪ Pratisrawa
▪ Pratipa
▪ Santanu
Para Raja
Hastinapura
▪ Santanu
▪ Citrānggada
▪ Wicitrawirya
▪ Pandu
▪ Dretarastra
▪ Yudistira
▪ Parikesit II
▪ Janamejaya II
▪ Satanika
▪ Aswamedadata

Dalam Mahabharata diceritakan bahwa raja Janamejaya ingin mengetahui garis keturunan leluhurnya yang dimulai dari Manu, yang konon merupakan raja pertama di dunia. Wesampayana kemudian menguraikan penjelasan dengan panjang lebar, dan dimulai dariDaksa.

Dinasti Candra[sunting sumber]

Daksa menurunkan Aditi, dan Aditi menurunkan Wiwaswat (Surya). Wiwaswat (golongan Dinasti Surya) melahirkan Waiwaswata Manu, dan Manu menurunkan Ila dan Ila menurunkan Pururawa. Maka dari itu ia disebut Pururawa-Aila. Seorang dewa yang bernama Budha(Vudha) dikatakan sebgai ayahnya. Pururawa menikah dengan Urwasi dan menurunkan Ayu.

Keturunan Raja Yayati[sunting sumber]

Raja Ayu menurunkan Nahusa, dan Nahusa menurunkan Yayati. Maharaja Yayati memiliki lima putera, yaitu Yadu dan Tuwasu dari Dewayani (puteri dari Usana atau Mahaguru Sukra); dan AnuDruhyu,Puru dari Sarmishta. Di antara kelima orang tersebut, Puru-lah yang menurunkan keluarga Bharata, yaitu keluarga besar Pandawa dan Korawa. Keturunan Yadu disebut Yadawa sedangkan keturunanPuru disebut Paurawa.

Dinasti Puru[sunting sumber]

Puru menikahi Kosalya, kemudian menurunkan Janamaejaya-1, yang menyelenggarakan tiga upacara korban kuda, dan upacara tersebut bernama Wiswajit. Janamejaya-1 menikahi Ananta, puteri dariKerajaan Madhawa, yang kemudian menurunkan Pracinwata. Pracinwata disebut sebagai penakluk negara timur dimana matahari terbit (Arunachal Pradesh).

Keturunan Raja Bharata[sunting sumber]

Pracinwata menikahi Asmaki, puteri dari Wangsa Yadawa, yang kemudian menurunkan Sanyati. Sanyati menikahi Waranggi, puteri dari Dresadwata, yang kemudian menurunkan Ahayanti. Ahayanti menikahi Bhanumati, puteri dari Kertawirya, yang kemudian menurunkan Sarwaboma. Sarwaboma menikahi Sunanda-1, kemudian menurunkan Jayatsena, yang kemudian menikahi Susrawa, puteri RajaWidarbha, dan menurunkan Awacina. Awacina juga menikahi puteri dari Kerajaan Widarbha, bernama Maryada-1. Kemudian ia menurunkan Arihan-1. Arihan-1 menikahi Anggi, kemudian menurunkan Mahaboma.
Mahaboma menikahi Suyadnya, puteri Prasenajit. Darinya lahirlah Ayutanayi. Ayutanayi menikahi Kama, puteri Pertusrawas. Darinya lahirlah Akrodana. Akrodana kemudian menikahi Karamba, puteri dari Kerajaan Kalinga. Mereka memiliki putera bernama Dewatithi, dan Dewatithi menikahi Maryada-2, puteri Kerajaan Wideha. Dewatithi menurunkan Arihan-2. Arihan-2 menikahi Sudewa, puteri dariKerajaan Anga, dan darinya lahirlah Riksa. Riksa menikahi Jwala, puteri dari Naga Taksaka, dan menurunkan putera bernama Matinara. Matinara menikahi seorang puteri dari lembah sungai Saraswati, kemudian menurunkan putera bernama Tansu. Tansu menikahi puteri dari Kerajaan Kalinga, dan memiliki putera bernama Ilina. Ilina menikahi Ratantari, dan memiliki lima putera, yang tertua bernama Duswanta. Duswanta menikahi Sakuntala, kemudian menurunkan Bharata.

Dinasti Bharata[sunting sumber]

Bharata menikahi Sunanda-1, puteri Sarwasena, raja dari Kerajaan Kasi, dan menurunkan putera bernama Bumanyu. Bumanyu menikahi Wijaya, puteri Dasarha, kemudian menurunkan putera bernama Suhotra. Suhotra menikahi Suwarna, puteri Ikswaku. Suhotra menurunkan Hasti, pendiri Hastinapura. Hasti menikahi Yasodara, puteri dari Kerajaan Trigarta. Hasti menurunkan Wikuntana. Wikunthana menikahi Sudewa, puteri dari Kerajaan Dasarha. Wikuntana menurunkan Ajamidha. Ajamidha memiliki empat istri, yaitu Kekayi, Gandari, Wisala dan Riksa. Mereka melahirkan banyak putera, namun yang paling terkemuka bernama Sambarana. Sambarana menikahi Tapati, putera Wiwaswat (Dewa Surya).

Dinasti Kuru[sunting sumber]

Sambarana menurunkan Sang Kuru. Kuru menikahi Subanggi, puteri dari kerajaan Dasarha, kemudian ia menurunkan putera bernama Widurata. Widurata menikahi Supriya, puteri dari Kerajaan Madhawa. Darinya lahirlah putera bernama Anaswan. Anaswan menikahi Amerta, puteri dari Kerajaan Madhawa. Darinya lahirlah putera bernama Parikesit-1. Parikesit-1 menikahi Suwasa, kemudian menurunkan Bhimasena-1. Bhimasena-1 menikahi Kumari, puteri dari kerajaan Kekaya, dan menurunkan Pratisrawas. Pratisrawas menurunkan Pratipa. Pratipa menikahi Sunanda, puteri dari Kerajaan Siwi, kemudian menurunkan tiga putera. Di antara ketiga putera tersebut, Santanu menjadi Raja.

Keturunan Prabu Santanu[sunting sumber]

Santanu menikahi Dewi Gangga, yang kemudian memberinya seorang putera bernama Dewabrata, namun di kemudian hari bernama Bisma. Bisma yang ingin memberikan sesuatu yang terbaik bagi ayahnya, menikahkan ayahnya dengan Satyawati, alias Durgandini atau Gandakali atau Gandawati. Sebelumnya Satyawati pernah menikah dengan Parasara, yang memberinya seorang putera bernama Kresna Dwaipayana Wyasa. Dengan Satyawati, Santanu memiliki dua orang putera bernama Citrānggada dan Wicitrawirya. Setelah Citrānggada dibunuh oleh seorang Gandarwa, Wicitrawirya menjadi raja, dan menikahi dua orang puteri dari Kerajaan Kasi, bernama Ambika dan Ambalika. Namun Wicitrawirya wafat di usia muda tanpa memiliki keturunan.

Riwayat Pandawa dan Korawa[sunting sumber]

Atas permohonan SatyawatiKresna Dwaipayana Wyasa memberikan tiga orang putera bernama DretarastraPandu, danWidura kepada janda Wicitrawirya. Dretarastra menikah dengan Gandari dan memiliki seratus putera atas pertolongan dariKresna Dwaipayana Wyasa. Di antara seratus putera Dretarastra, hanya empat yang terkemuka. Mereka adalahDuryodanaDursasana, Wikarna, dan Citrasena. Pandu memiliki dua orang istri, bernama Kunti (yang juga disebut Partha) dan Madri. Setelah Pandu dan Madri wafat, Kunti menjadi kepala keluarga sesuai dengan harapan Pandu. Dari DewaDharma (Yamaraja), lahirlah Yudistira. Dari Marut (Bayu), lahirlah Bima. Dari Sakra (Indra), lahirlah Arjuna. Dari dua Aswin, lahirlah Nakula dan Sadewa. Kelima pangeran tersebut dikenal dengan sebutan Pandawa. Para Pandawa tinggal bersama para Korawa di Hastinapura. Duryodana yang selalu merasa cemburu dengan Pandawa, selalu berusaha membunuh mereka. Namun Pandawa selalu berhasil melewati segala upaya pembunuhan. Pandawa memerintah sebagian dari Kerajaan Kuru, dengan Indraprastha sebagai ibukota.

Keturunan para Pandawa[sunting sumber]

Gambar para Pandawa, dari sebuah lukisan India pada abad ke-18.
Yudistira berputera Pratiwindya; Bima berputera Sutasoma; Arjuna berputera Srutakriti; Nakula berputera Satanika; dan Sadewa berputera Srutakarma. Di samping itu, Yudishtira menikahi Dewika, puteri dari Gowasana dari suku Saibya, dan memiliki putera bernama Yodheya. Bima menikahi Walandara, puteri dariKerajaan Kasi, dan memiliki putera bernama Sarwaga. Arjuna menikahi Subadra, adik Kresna dari Dwarawati, dan memiliki putera bernama Abimanyu. Nakula juga menikahi Karenumati, puteri dari Kerajaan Chedi, dan memiliki seorang putera bernama Niramitra. Sadewa menikahi Wijaya, puteri Dyutimat, raja di Kerajaan Madra, dan memiliki seorang putera bernama Suhotra. Di kerajaan Rakshasa, Bima menikahi Hidimbi dan memiliki putera bernama Gatotkaca. Arjuna juga memiliki putera bernama Irawan dari Ulupi dan putera yang lain bernamaBabruwahana dari Citrānggadā, puteri dari Manipura.

Abimanyu dan keturunannya[sunting sumber]

Di antara keturunan PandawaAbimanyu menjadi penerus keluarganya. Ia menikahi Utara, puteri Wirata dari Kerajaan Matsya, dan memiliki seorang putera bernama Parikesit. Parikesit menikahi Madrawati, dan memiliki seorang putera bernama Janamejaya. Janamejaya menikahi Wapustama alias Bamustiman, dan memiliki dua putera bernama Satanika-2 dan Sangkukarna. Satanika-2 menikahi puteri dari Kerajaan Wideha dan memiliki seorang putera bernama Aswamedadatta.

Akademi militer oleh Drona[sunting sumber]

Hastinapura, ibu kota kerajaan Kuru pada masa Mahabharata, adalah pusat pendidikan militer. Bhagawan Drona adalah yang paling utama dari semua guru dalam segala modus peperangan. Drona sendiri belajar ilmu perang dari ayahnya,Bharadwaja dan sang pendekar utama kala itu, Parasurama alias Bhargawa RamaBisma yang merupakan pendekar utama kaum Kuru juga siswa Bhargawa Rama. Krepa adalah ahli lainnya dalam ilmu peperangan. Di bawah bimbingan para ahli ilmu militer ini, kaum Pandawa dan Korawa menjadi sangat pandai dalam ilmu perang. Berkat akademi militer ini para Korawa dan Pandawa menjadi yang paling kuat di antara semua kerajaan kuno di India. Ilmu panah, pertempuran dengangada, perang dengan pedang dan macam-macam senjata lainnya seperti lembing, ini semua bersama-sama dengan segala macam jenis peperangan, yaitu dengan kaki, di atas kuda, kereta atau gajah. Semua hal ini diajarkan oleh Drona kepada para siswanya di akademi ini. Ia juga mengajarkan ilmu membuat tata formasi barisan serdadu (Sanskertavyūha ataubyūha) dan strategi perang serta cara mengendalikan kereta perang. Ilmu memanah adalah spesialisasi Drona, terutama jika sang pemanah berada di kereta perang. Yudistira pandai dalam menggunakan tombak, Arjuna dan Karna adalah siswanya yang paling pandai dalam memanah. Bima dan Duryodana terutama pandai dalam menggunakan gada;DrestadyumnaNakula dan Sadewa terutama pandai menggunakan pedang.
Bahkan Drestadyumna, pangeran dari kerajaan Panchala yang paling kuat bertanding dengan kaum Kuru dalam menguasai Aryawarta, datang untuk mempelajari ilmu perang di akademi militer bagawan Drona di Hastinapura. Tokoh-tokoh lain yang datang ke Hastinapura untuk belajar adalah Ekalawya, pangeran dari kerajaan Nishada dan Karna, dari kerajaan Angayang diperintah oleh suku-suku Suta.

Wilayah kerajaan Kuru[sunting sumber]

Raja kerajaan Kuru pertama – Pururawa – selalu dikelilingi sekutu/tetangga yang merupakan ras manusia sakti. Kerajaannya kemungkinan terbentang dari wilayah Himalaya di Tibet atau di utara Xin Jiang atau di KirgizstanNahusadisebutkan pernah memerintah wilayah para dewa (suatu tempat di Tibet). Yayati adalah raja pertama dalam generasi tersebut yang berinteraksi dengan anggota klan asura seperti misalnya Wresaparwa (kerajaan Wresaparwa terbentang di sebelah utara Uttarakhand, di Tibet). Putera Yayati yang bernama Puru mendirikan Dinasti Paurawa, salah satu cabangDinasti Candra. Kemungkinan dia memerintah wilayah Himalaya selatan di Uttarakhand, Himachal Pradesh dan Punjab.
Di antara keturunan Puru, Bharata putera Duswanta adalah yang paling mahsyur yang telah mendirikan Dinasti Bharata. Selama masa itu, dinasti tersebut memerintah seluruh wilayah yang sekarang dikenal sebagai dataran Indo-Gangga dan menambah kekuasaan mereka di pegunungan Windhya di sebelah selatan. Dalam garis keturunan Bharata, lahirlah Sambarana. Selama pemerintahan Sambarana, dinasti tersebut diserbu oleh kerajaan Panchala di sebelah selatan dan barat. Kemudian mereka hidup di tepi sungai Sindhu dan di lembah pegunungan sebelah barat. Kuru putera Sambarana mendirikan dinasti Kuru dan merebut kembali wilayah mereka yang dahulu di dataran Indo-Gangga. Mereka memerintah sebuah wilayah antara sungai Saraswati dan Gangga.
Kerajaan Kuru diwarisi oleh PratipaSantanuWicitrawirya dan Dretarastra. Selama pemerintahan Dretarastra, karena kurangnya tanggapan pemerintah terhadap kebutuhan rakyatnya, disebutkan bahwa kemakmuran kerajaan Kuru menurun (9,41). Para Pandawa bersama Yudistira sebagai rajanya, mencoba membangkitkan keharuman nama kerajaan Kuru dengan melakukan kampanye militer oleh empat kesatria yaitu BimaArjunaNakula and Sadewa. Ia menaklukkan seluruh wilayah India Kuno dan mengumpulkan banyak upeti, kumpulan persembahan dari para raja yang telah tunduk. Namun kemakmuran tersebut hilang saat terjadi perang di Kurukshetra, ketika para kesatria Kuru saling bantai satu sama lain, menghancurkan kerabat mereka, para pemimpin bangsa pada zaman India Kuno. Kehancuran besar yang tak terhitung mengakibatkan seluruh India pada masa itu mengalami depresi sosio-ekonomi yang panjang.

Tempat-tempat di Kerajaan Kuru[sunting sumber]

Ilustrasi pada kitab Mahabharata dari zaman India Kuno, menggambarkan suasana saat terjadi perang di Kurukshetra.
Hastinapura merupakan kota terbesar di kerajaan Kuru dan ibukota para Korawa(keturunan Kuru), dan ketika Pandawa memerintah di Indraprastha, kota tersebut menjadi kota terbesar kedua. Selain kota utama tersebut, Kerajaan Kuru juga memiliki banyak desa seperti misalnya Wardamana, Pramanakoti, Waranawati, Wrekastali; provinsi seperti misalnya Makandi; hamparan Kurukshetra dan hutan-hutan seperti hutan Kamyaka dan hutan Dwaita.

Para Kuru saat perang di Kurukshetra[sunting sumber]

Perang di Kurukshetra terjadi karena adanya perkara di antara dua keluarga dalam Dinasti Kuru, yaitu Pandawa dan Korawa. Dalam pertempuran tersebut, hampir seluruh pemimpin kerajaan pada zaman India kuno berpartisipasi. Kehancuran yang didapat sebagai akibat dari pertempuran membawa India menuju zaman depresi sosial dan ekonomi (Kaliyuga atau 'zaman kegelapa') yang dapat berakhir dalam jangka waktu yang lama.

Pemukiman para Yadawa di Kurujanggala[sunting sumber]

Setelah pemerintahan kaum Yadawa berakhir ketika pulau Dwaraka tenggelam dalam samudra, Arjuna membawa sisa kaum Yadawa dari sana ke Kurukshetra dan menempatkannya di beberapa daerah sekitarnya.
Putera Kretawarma (sang pahlawan Wangsa Bhoja-Yadawa) ditaruh di kota Martikawata. Kota ini adalah ibu kota kerajaan Salwa yang terletak di barat daya Kurujanggala. Pahalwan Wresni-Yadawa atau putera Satyaki ditaruh di tepi sungai Saraswati. Pangeran Bajra keturunan Kresna ditaruh di Indraprastha (16,7).
Trah Kuru dilanjutkan oleh Parikesit setelah pemerintahan prabu Yudistira. Putera Parikesit adalah prabu Janamejaya yang merupakan raja Kuru terkenal yang terakhir.